Minggu, 19 April 2015

Ilmu Budaya Dasar BAB 6

Manusia dan Penderitaan

A.    Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita artinya menahan atau menanggung. Derita adalah menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir, penderitaan batin atau penderitaan lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan.

Peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa atau kejadian yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan. Manusia butuh pembaruan diri dalam hidupnya.

Manusia butuh pembaruan dalam hidupnya. Agar manusia tersebut dapat mengambil pelajaran betapa tidak menyenangkan hidup dalam penderitaan. Penderitaan yang dialami oleh setiap orang itu merupakan risiko hidup. Disamping Tuhan memberikan kebahagian dan kesenangan hidup, Tuhan juga memberikan penderitaan kepada umatnya. Hal tersebut bermakna agar manusia sadar untuk tidak berpaling dari kebaikan, menuju jalan yang benar, serta tidak berpaling dari-Nya.

Baik dalam Al-Qur’an maupun kitab suci agama lain banyak surat dan ayat yang menjelaskan tentang penderitaan yang dialami oleh manusia, berisi peringatan bagi manusia akan adanya penderitaan, serta bagaimana manusia menghadapi penderitaan tersebut. Tetapi pada umumnya manusia kurang memperhatikan bahkan mengabaikan peringatan tersebut, sehingga manusia mengalami penderitaan.

Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan perjalanan kehidupan manusia. Penderitaan fisik yang dialami manusia dapat diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya. Sedangkan penderitaan psikis, penyembuhannya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.

B.     Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami oleh seseorang, maka timbullah penderitaan. Siksaan yang sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan, kekhawatiran, dan sebagainya.

Kebimbangan dialami seseorang apabila ia pada suatu keadaan tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Kesepian dialami seseorang merupakan rasa sepi dalam jiwanya sendiri, walaupun berada di sekitar atau lingkungan yang ramai. Ketakutan merupakan suatu hal yang menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain : claustrophobia dan agoraphobia, gamang, ketakutan, kesakitan, kegagalan. Kekhawatiran adalah rasa cemas, rasa was-was atas apa yang akan terjadi.

Didalam Al-Qur’an dijelaskan jenis dan ancaman siksaan yang dialami manusia di akhirat nanti, diantaranya siksaan bagi orang-orang musyrik, syirik, dengki, memfitnah, mencuri, memakan harta anak yatim, dan sebagianya. Oleh karena itu, manusia ketika hidup didunia semestinya dan sepantasnya berbuat kebaikan. Dengan berbuat kebaikan maka akan dicintai oleh Allah dan juga orang-orang disekitarnya.

C.    Kekalutan Mental
Kekalutan mental terdapat dalam ilmu psokologi yang mengandung arti penderitaan batin. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan, kekacauan, kebingungan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar. Kekalutan mental berarti orang tersebut sedang mengalami kejatuhan mental.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
1. Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani  
    maupun rohani.
2. Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif.
3. Kekalutan merupakan titik patah  dan yang bersangkutan mengalami gangguan.

Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
2. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma yang berbeda dengan masyarakat.
3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap  
     kehidupan sosial.

Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan negative.
Positif : luka jiwa yang dialami dijawab dengan baik, sebagai usaha agar tetap sabar dalam menghadapi hidup, misalnya melakukan sholat tahajud, memohon ampun kepada Sang Pencipta atas dosa-dosa yang telah dilakukannya ataupun melakukan kegiatan yang positif lainnya.
Negatif : trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.

Oleh karena itu orang yang mengalami kejatuhan atau kekalutan mental seharusnya mendapat dukungan moril dari orang-orang dekat di sekitarnya seperti orangtua, keluarga, sahabat maupun teman dekat. Hal tersebut dibutuhkan agar orang tersebut mendapat acuan semangat untuk menjalani hidup.

D.    Penderitaan dan Perjuangan
Setiap manusia pasti akan mengalami penderitaan, baik yang berat maupun yang ringan. Penderitaan adalah ujian kehidupan manusia yang berasal dari Tuhan. Karena tergantung kepada manusia itu sendiri bisa menyelesaikan masalah tersebut semaksimal mungkin atau tidak. Manusia adalah makhluk berbudaya, dengan budaya itulah ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam hidupnya atau yang dialaminya. Hal ini bisa mebuat manusia lebih kreatif, baik bagi penderita sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau berada di sekitarnya.

Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi takdir dari manusia itu sendiri, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, tetapi juga harus merasakan penderitaan. Manusia juga harus optimis setiap mengalami penderitaan tersebut karena penderitaan adalah ujian dari Tuhan Yang Maha Esa. Kita dapat mencoba menghilangkan penderitaan kita dengan cara berjuang yaitu dengan terus berusaha merubahnya. Ada banyak cara yang ditempuh agar terbebas dari penderitaan, walaupun penderitaan datangnya tidak menentu. Diantaranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam proses hidup kehidupan baik di dalam masyarakat sekitar, alam lingkungan, dan sebagainya. Selain itu disertai do’a dan lebih rajin beribadah kepada Tuhan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

E.     Penderitaan, Media Massa dan Seniman
Penderitaan bisa datang dari beberapa aspek. Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu sangat besar. Hal ini dibuktikan dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat. Kemajuan teknologi terkadang memberikan dampak negatif terhadap lingkungn serta kelangsungan hidup manusia. Diantaranya ialah penciptaan bom atom, reaktor nuklir, pabrik senjata, peluru kendali, pabrik bahan kimia merupakan sumber peluang terjadinya penderitaan bagi manusia. 

Beberapa sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusia adalah kecelakaan, bencana alam, bencana peperangan, dan sebagainya. Contohnya meletusnya gunung berapi, tsunami, kebakaran hutan, banjir, dan sebagainya bisa membuat manusia menderita karena bencana tersebut. Tidak semua penyebab penderitaan itu datangnya dari Tuhan, terkadang manusia itu sendiri yang membuat penderitaan untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar kaca, radio dan berbagai media lainnya. Berita-berita tersebut ditayangkan dimaksudkan agar semua orang yang menyaksikan tau, melihat serta ikut merasakan penderitaan sesamanya. Dengan demikian diharapkan dapat menggugah hati manusia bagi yang merasa simpati untuk bebuat sesuatu. Sehingga tidak sedikit bantuan dari para dermawan, organisasi kemanusiaan ikut serta untuk meringankan penderitaan tersebut.

F.     Penderitaan dan Sebab-Sebabnya
Berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat dibagi menjadi dua bagian, diantaranya :

Pertama, penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia. Penderitaan ini dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini dapat dikatakan nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki suapaya menjadi lebih baik lagi. Contoh dari penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk yang terjadi dalam hubungan sesama manusia antara lain, pembunuhan antar sesama manusia, perampokan, pencurian, korupsi, dan sebagainya. Kemudian contoh dari penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk yang terjadi dalam hubungan manusia dengan alam sekitarnya, antara lain musibah banjir, tanah longsor, kebakaran hutan yang semuanya merupakan bagian dari perbuatan  manusia yang lalai terhadap alam lingkungannya.

Kedua, penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan atau azab Tuhan. Penderitaan manusia juga dapat terjadi berasal dari pemberian Tuhan. Suatu contoh, diambil dari kisah para Nabi, Terutama Nabi Ayub a.s. Nabi Ayub mengalami siksaan dan ujian yang berat dari Allah. Selama bertahun-tahun ia menderita penyakit kulit. Sehingga Ia dan istrinya dikucilkan dan diusir oleh masyarakat sekitar dari tempat tinggal mereka . Tetapi dengan sabar Ia menerima cobaan ini. Berkat kesabaran dan kepasrahannya kepada Allah, maka sembuhlah Nabi Ayub. Dari sini kita dapat mengambil pelajaran bahwa setiap dihadapkan dengan masalah hidup, hendaknya kita tidak putus asa, bersabar, bertawakal, dan berdo’a kepada Allah SWT.

G.    Pengaruh Penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh berbagai pengaruh dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif dan sikap negatif. Sikap negatif diantaranya sikap kecewa, tidak bahagia, penyesalan, putus asa, sikap anti, tidak punya gairah hidup. Sikap positif yaitu sikap optimis dalam mengatasi penderitaan hidup, perjuangan membebaskan diri dari penderitaan. Optimis bahwa setelah mengalami penderitaan maka akan timbul kebahagiaan.

Apabila sikap positif dan sikap negatif dihubungkan, maka akan didapat sebuah penilaian. Penilaian itu dapat berupa kemauan untuk mengadakan perubahan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Suatu keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai. Keadaan yang berupa hambatan harus sesegera disingkirkan.

 Soal.
1.  Manusia harus berjuang mengatasi penderitaan hidup. Pernyataan ini adalah pernyataan sikap akibat      penderitaan berupa ...
     A. sikap optimis *
     B. sikap tawakal
     C. sikap putus asa
     D. sikap penyesalan

2.  Rasa sakit atau penyakit pada hakekatnya merupakan ...
     A. siksaan bagi manusia
     B. penderitaan manusia
     C. neraka dunia bagi manusia
     D. a, b dan c salah semua *

3.  Rasa takut yang dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya disebut ...
     A. kebimbangan
     B. phobia *
     C. kecemasan
     D. ketakutan

4.  Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental, seperti dibawah ini kecuali ...
     A. shock emosional *
     B. kepribadian yang lemah
     C. terjadinya konflik sosial budaya
     D. cara pematangan batin yang salah

5.  Dalam cerita kisah Nabi Ayub a.s. yang terkena penyakit kulit, penderitaan semacam ini merupakan      penderitaan ...
     A. karena berdosa kepada Tuhan
     B. karena cobaan Tuhan *
     C. karena penyakit biasa
     D. karena siksaan Tuhan


Daftar Pustaka :

Senin, 13 April 2015

Ilmu Budaya Dasar BAB 5

Manusia dan Keindahan

A.    Keindahan
Kata keindahan berasal dari kata dasar “indah”, yang artinya bagus, cantik, permai, elok, molek dan sebagainya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), keindahan diartikan sebagai keadaan atau sesuatu yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Suatu hal atau benda yang bersifat dan memiliki nilai keindahan ialah segala hasil seni, perpaduan warna, suara, pemandangan alam, bangunan, tatanan, dan sebagainya. Jadi, keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya.

Keindahan identik dengan kebenaran. Artinya apabila sesuatu enak dilihat dan dipandang maka sulit untuk mengatakan bahwa sesuatu yang dilihat itu tidak indah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, gaya selera, kedaerahan bersifat menyeluruh. Setiap manusia dilahirkan dan dibekali dengan banyak sekali keindahan. Keindahannya baik dari dalam, dari luar, maupun yang ada disekitarnya. Hal ini patut disyukuri oleh setiap manusia.

Keindahan merupakan susunan kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal kulitas yang paling disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast). Manusia dan keindahan memiliki hubungan yang erat. Keindahan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Manusia perlu keindahan. Dengan adanya hubungan manusia dan keindahan memang maka kita perlu melestarikan bentuk dari keindahan yang dapat dituangkan atau diaplikasikan dalam berbagai bentuk suatu karya, yaitu dapat berupa kesenian, lukisan, tarian dan sebagainya. Hal tersebut nantinya dapat menjadi bagian dari suatu kebudayaan yang dapat dibanggakan dan diperkenalkan dari generasi ke generasi. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.

B.     Renungan
Renungan berasal dari kata dasar “renung” yang artinya memikirkan sesuatu secara diam-diam, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan merupakan wujud dari merenung. Renungan dapat berupa memikirkan tentang sesuatu yang dirasanya ada yang kurang, sesuatu yang tidak sempurna, atau masalah dalam kehidupan. Renungan dapat menentramkan jiwa, menenangkan hati dan membuat aliran suatu pikiran menjadi lancar.  Renungan juga dapat berupa memikirkan sesuatu untuk menciptakan suatu karya seni.

Renungan bisa juga dikatakan memikirkan sesuatu hal yang telah terjadi, yang baru terjadi, maupun belum dialami oleh manusia. Suatu contoh renungan yaitu, suatu ketika manusia ingin membuat suatu karya seni rupa. Kemudian manusia itu belum mempunyai ide tentang karya seni rupa apa yang ingin dibuat. Salah satunya dengan cara merenung, lalu pergi ke suatu tempat yang tenang. Dia mengharapkan suatu petunjuk atau ide untuk karya seni rupa yang ingin ia buat. Dalam merenung menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologik.


C.    Keserasian
Keserasian berasal dari kata serasi yang mengandung arti cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kemudian keserasian merupakan keselarasan, kesepadanan, keharmonisan antara yang satu dengan yang lainnya. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang.

Dalam pengertian perpaduan misalnya, warna cat rumah dipadukan suasana alam yang hijau disekitarnya. Apabila warna cat rumah itu cocok dengan alam sekitarnya maka akan enak dipandang. Karena itu dalam keindahan ini, sebagian para ilmuan menjelaskan, bahwa keindahan pada dasamya adalah sejumlah kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada sesuatu hal. Kulitas yang paling disebut oleh sebagian ahli piker adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast).

Filsuf Ingris Herbert Read merumuskan definisi, bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat di antara pencerapan-pencerapan inderawi kita (beauti is unity of formal relations among our sence-perception). Pendapat lain menganggap pengalaman estetik suatu keselarasan dinamik dari perenungan yang menyenangkan.

Teori tentang Keserasian.
1. Teori Objektif dan Teori Subjektif
         Teori Objektif menyatakan bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menciptakan nilai estetika adalah sifat (kualitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan. Pendukung teori objektif adalah Plato, Hegel, dan Bernard Bocanquat. Sedangkan teori subjektif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri. Pendukung teori subjektif adalah Henry Home, Earlof Shaffesbury, dan Edmund Burke.
 2. Teori Perimbangan
      Dalam arti yang terbatas yakni secara kualitatif yang di ungkapkan dengan suatu perhitungan, keindahan sesungguhnya tercipta dan tidak ada keteraturan yakni tersusun dari daya hidup, penggambaran, pelimpahan, dan pengungkapan perasaan.


Soal-soal.
1. Keindahan dan kebenaran adalah, kecuali ...
    A.  kebenaran jauh berbeda dengan keindahan *
    B.  tanpa kebenaran tak ada keindahan
    C.  mempunyai nilai yang sama / identik
    D.  keduanya mempunyai nilai yang sama

2. Menurut cakupannya orang membedakan antara keindahan sebagai ...
    A.  arti estetik
    B.  suatu kualita abstrak *
    C.  hal yang mengagumkan
    D.  bernilai intrinsik

3. Nilai estetik itu sebenarnya terdapat pada ...
    A,  jiwa benda itu
    B.  benda itu sendiri
    C.  kegunaan benda itu
    D.  a,b,dan c benar *

4. Tiap orang pernah merenung. Kadar merenung itu tergantung pada ...
    A.  subjeknya
    B.  objek renungan
    C.  hasil renungan *
    D.  masalah yang dihadapi

5. Berikut adalah teori tentang keserasian, kecuali ...
    A.  Teori Estetika *
    B.  Teori Objektif
    C.  Teori Subjektif
    D.  Teori Perimbangan


Daftar Pustaka: 

Senin, 16 Maret 2015

Ilmu Budaya Dasar BAB 4


Manusia dan Cinta Kasih

A.     Pengertian Cinta Kasih

Cinta adalah perasaan rasa sangat suka atau rasa sayang sehingga hatinya sangat tertarik terhadap sesuatu. Sedangkan kasih adalah perasaan sayang atau menaruh perasaan belas kasihan terhadap sesuatu. Cinta dan kasih hampir memiliki persamaan. Cinta lebih mengandung terhadap pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih kepada wujud keluarannya. Dengan demikian cinta Kasih dapat diartikan suatu perasaan suka atau sayang terhadap sesuatu dengan didasari adanya rasa belas kasihan. 

Cinta berperan sangat penting dalam proses hidup kehidupan. Sebab cinta merupakan landasan hubungan antar sesama manusia dan juga makhluk hidup lainnya. Diantaranya adalah pemeliharaan hubungan kekeluargaan, pertemanan, persahabatan, hubungan pengikat tali persaudaraan serta hubungan yang erat di dimasyarakat. Selain itu juga cinta merupakan pengikat hubungan manusia dengan Tuhannya, sehingga membuat manusia cinta beribadah dengan ikhlas serta memegang teguh terhadap aturan-aturan-Nya.

Ada beberapa pandangan pengertian tentang cinta. Salah satu diantaranya ialah dari Erich Fromm, dalam karyanya seni mencinta menyebutkan, cinta itu hal yang berhubungan dengan memberi, bukan menerima. Yaitu memberi hal-hal yang bersifat manusiawi. Menurutnya cinta terdiri dari beberapa unsur tertentu, diantaranya pengasuhan, tanggungjawab, perhatian dan pengenalan. Dengan keempat unsur tersebut suatu cinta dapat diciptakan dan dibina dengan lebih baik.

B.      Cinta Menurut Ajaran Agama

Cinta menurut agama adalah cinta terhadap sang pencipta. Dengan kita cinta terhadap Tuhan, dengan kesadarannya sendiri kita akan mencintai apa yang telah diciptakan-Nya. Perasaan cinta merupakan sesuatu yang harus kita syukuri, salah satu karunia yang telah diberikan kepada manusia di dunia. Didalam agama manusia diajarkan tentang cinta. Tentang bagaimana tata cara manusia berhubungan serta mengaplikasikan perasaan cinta dengan makhluk hidup lainnya. Dalam kehidupan manusia, cinta terwujud dalam berbagai bentuk utama, diantaranya adalah :

Cinta Diri Sendiri
Cinta diri sendiri dalam kehidupan merupakan hal yang sangat penting. Dengan cinta diri kita dorongan untuk menjaga diri. Secara alamiah manusia mencintai dirinya sendiri. Manusia sangat senang bila Tuhan memberikannya suatu anugerah atau kelebihan, mengembangkan potensi dirinya dan menyatakannya dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi, ada yang beranggapan cinta diri sendiri diidentikan dengan rasa egois, jika demikian cinta diri sendiri ini bernilai negatif. Namun apabila diartikan bahwa cinta diri sendiri bertujuan untuk mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jasmani dan rohaninya terpenuhi dengan seimbang  ini bernilai positif. Dengan demikian cinta terhadap diri sendiri tidak harus dihilangkan tetapi harus berimbang dengan cinta kepada orang lain untuk berbuat baik.

Cinta Kepada Sesama Manusia
Cinta kepada sesama manusia merupakan sesuatu yang harus diwujudkan didalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bertujuan agar manusia hidup dengan penuh keharmonisan dan keserasian dengan manusia lainnya. Manusia tidak boleh membatasi cintanya hanya untuk diri sendiri. Tetapi manusia hendaknya menyeimbangkan cintanya kepada orang lain, saling bekerja sama. Karena manusia juga membutuhkan pertolongan orang lain. Dari sisi lain Al-Qur’an juga menyerukan kepada orang-orang yang beriman untuk saling cinta mencintai sesama manusia seperti mereka mencintai dirinya sendiri.

Cinta Kepada OrangTua
Cinta kepada oang tua adalah wajib hukumnya bagi seorang anak. Karena berkat orang tua  kita terlahir didunia ini. Kasih sayangnya yang tulus merupakan suatu hal tak mungkin untuk dibalas. Menjaga, mengurus, serta merawat kita hingga besar merupakan suatu hal yang hendaknya patut kita hargai dan hormati hingga saat ini.

Cinta Kepada Allah
Merupakan puncak cinta manusia, yang paling jernih, spiritual dan suci ialah kecintaan dan kerinduannya kepada Allah. Tidak hanya dalam ibadah dan hanya doa saja, tetapi tingkah laku dan perbuatan ditunjukkan untuk mengharapkan Ridha-Nya. Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah merupakan suatu pendorong untuk mencintai makhluk ciptaan-Nya. Dalam salah satu firmannya yang artinya:
“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah maha pengampun lagi maha penyayang” (QS. Ali-Imran 3:31)

Cinta Kepada Rasul
Cinta kepada Rasul merupakan bagian dari ciri manusia yang beriman. Cinta kepada Rasul  menduduki peringkat kedua setelah cinta kepada Allah. Rasul adalah suri tauladan yang baik bagi setiap manusia. Setiap sikap, perbuatan dan akhlak Rasul harus kita contoh sebagai pedoman dalam hidup.

C.      Kasih Sayang

Berbicara tentang kasih sayang setiap orang memiliki pandangan arti yang berbeda-beda. Kasih sayang adalah suatu perasaan yang merupakan pertumbuhan dari perasaan cinta. Tetapi perasaan kasih sayang melebihi rasa cinta. Misalnya dalam suatu satu hubungan di rumah tangga. Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci sebuah kebahagiaan. Apabila sebelumnya pada masa pacaran hanya sebatas bercinta-cintaan, tetapi setelah berumah tangga sudah bersifat saling mencurahkan kasih sayang. Keduanya dituntut untuk saling bertanggung jawab, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka sehingga keduanya menjadi kesatuan yang utuh dan harmonis dalam kehidupan rumah tangga.

D.     Kemesraan

Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang sangat dekat, akrab dan harmonis,. Kemesraan merupakan hubungan yang terjalin begitu akrab dan dekat baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan tidak hanya sebatas pacaran atau hubungan pernikahan saja. Dalam hubungan pertemanan dan persahabatan juga butuh kemesraan untuk menambah keharmonisan. Kemesraan adalah perwujudan dari rasa kasih sayang yang begitu mendalam.  Kemesraan bersumber dari cinta kasih yang direalisasikan melalui perbuatan. Dalam berbagai kesempatan, kemesraan merupakan sesuatu hal yang tak ingin cepat berlalu.

E.      Pemujaan

Merupakan salah satu bentuk cinta manusia kepada Tuhan yang diwujudkan dalam komunikasi ritual atau kebiasaan. Karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna tentang kehidupan yang sebenarnya. Dengan demikian sangat jelas bahwa pemujaan kepada Tuhan merupakan bagian dari hidup manusia. Pemujaan dapat dilakukan dalam berbagai macam cara seperti memuja pada nenek moyang, leluhur, agama dan kepercayan yang ada.

Pemujaan pada dasarnya merupakan cara manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya. Dari situ manusia memohon untuk mendapat rahmat, berkah, pertolongan, permohonan ampun atas dosa-dosanya serta ditunjukkan jalan yang benar. Cara Pemujaan dalam kehidupan manusia terdapat berbagai perbedaan sesuai dengan ajaran agama, kepercayaan, kondisi dan situasi. Misalnya, sholat berjamaah di masjid, dirumah, sembahyang di pura, diwihara, digereja, dan sebagainya.

F.       Belas Kasihan

Belas kasihan adalah rasa peduli manusia yang muncul akibat penderitaan orang lain. Rasa belas kasihan merupakan bentuk empati dan simpati kepada orang lain yang membutuhkannya, keinginan yang timbul untuk meringankan penderitaan orang lain.  Perbuatan atau sifat belas kasihan adalah orang yang berakhlak. Hal tersebut juga terdapat di dalam Al-Qur’an, yaitu menyerukan hendaknya manusia menaruh rasa belas kasihan kepada orang lain, karena belas kasihan merupakan perbuatan yang berbudi dan perbuatan yang dicintai Allah.

Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali yang hendak kita kasihani dan cara mengaplikasikan rasa belas kasihan tersebut. Diantaranya adalah yatim piatu, orang cacat, orang jompo atau lanjut usia yang tidak mempunyai ahli waris, orang yang sakit hingga dirawat, orang yang menderita dilingkungan sekitar dan sebagainya. Ada berbagai macam cara orang memberikan rasa belas kasihan tergantung pada situasi dan kondisi. Ada yang berupa uang, biaya hidup, memberikan suatu barang, memberikan bahan sandang, pangan, papan, serta ada juga yang memberikan motivasi hidup.

G.     Cinta Kasih Erotis

       Cinta kasih erotis adalah bentuk perasaan serta penyatuan yang sempurna dengan seseorang lainnya. Cinta kasih erotis apabila ia benar-benar cinta kasih, mempunyai suatu pendirian, mempunyai suatu ketulusan yaitu menunjukkan bahwa seorang yang sungguh-sungguh mencintai dan mengasihi dengan jiwa yang yang sedalam-dalamnya. Cinta kasih erotis bersifat ekslusif artinya hanya ia dan seseorang yang mempunyai perasaan, tanpa orang lain mengetahuinya. Hal tersebut merupakan suatu kewajaran. Karena pada hakekatnya, manusia merupakan bagian dari satu kesatuan. Cinta kasih yang dijalankan oleh manusia pada dasarnya adalah suatu perbuatan kemauan, suatu keputusan untuk mengikat kehidupan dengan kehidupan seseorang lainnya.
 
      
       Soal-soal.
            1.      Kasih sayang memerlukan :
A.      Pengorbanan, kejujuran, saling percaya, perhatian*
B.      Pengorbanan, kejujuran, disiplin
C.      Pengorbanan, saling percaya, perhitungan
D.     Pengorbanan, kesabaran, kejujuran

            2.      Secara teori unsur-unsur kasih sayang adalah, kecuali :
A.      Kejujuran                                                      C.   Tanggung jawab
B.      Rasa bersatu*                                                D.   Saling percaya

            3.      Orang mempunyai rasa belas kasihan terhadap sesama atas dasar :
A.      Penderitaan yang dialami*
B.      Mengenal baik
C.      Kedudukan dalam masyarakat
D.     Teman dekat

            4.      Candi Prambanan merupakan tempat pemujaan agama :
A.      Buddha                                                          C.   Islam
B.      Hindu*                                                           D.   Protestan

            5.      Cinta menurut ajaran agama adalah, kecuali, :
A.      Cinta kepada benda mati*
B.      Cinta kepada sesama manusia
C.      Cinta kepada Allah
D.     Cinta kepada Rasul


Daftar Pustaka :

Buku Seri Diktat Kuliah, MKDU : Ilmu Budaya Dasar.


Sabtu, 14 Maret 2015

Ilmu Budaya Dasar BAB 3


Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan

Ilmu Budaya Dasar semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris the humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanities disini berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai manusia sebagai homo humanus.

A.     Pendekatan Kesusastraan

Pada umumnya the humanities mencakup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat, dan sebaginya. Pada pokoknya semua mempelajari tentang masalah manusia dan budaya.
Dalam berbudaya manusia membutuhkan bahasa berekspresi dan berkomunikasi untuk berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Tentunya dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Dengan kenyataan inilah di butuhkan sastra untuk berkomunikasi.

Kesusastraan  adalah penjelasan atau penjabaran suatu konflik yang digunakan untuk mencapai suatu hasil yang mempunyai keindahan atau nilai estetis sehingga tercipta keserasian atau keharmonisan. Jadi maksudnya kesusastraan membuat penjelasan atas konflik mengenai konsep-konsep kehidupan dan budaya manusia dengan membawa nilai estetis yang baik sehingga menimbulkan keserasian bersama. Dengan sastra manusia dapat berkomunikasi dengan baik.

Sastra bentuknya bermacam-macam, meliputi segala bentuk dan macam tulisan hasil karya yang ditulis oleh manusia seperti, catatan atau buku ilmu pengetahuan, surat-surat, puisi, pantun, kitab-kitab suci, undang-undang dan sebagainya. Dari hasil karya manusia tersebut dikhususkan agar digunakan dalam hal hubungan manusia dan kebudayaan. Jadi sastra merupakan hasil budaya yang dimaksudkan sebagai bentuk upaya manusia untuk mengungkapkan gagasan dan konsep-konsep melalui bahasa yang lahir dari perasaan dan pemikirannya.

B.      Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Prosa

Prosa adalah suatu jenis tulisan yang memiliki variasi ritme (rhythm) yang besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan makna yang sesungguhnya atau makna kata yang berdasarkan kamus. Prosa banyak bentuknya, ada yang menyebutnya narrative fiction, prose fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia istilah-istilah tadi diterjemahkan sebagai cerita rekaan. Didefinisikan sebagai bentuk cerita yang mempunyai pemeran, lakuan, peritiwa, dan alur yang dihasilkan oleh suatu khayalan. Prosa berbeda dengan puisi. Kata prosa itu sendiri berasal dari bahasa Latin “prosa” yang artinya “terus terang”. Sehingga tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Prosa dibagi dalam dua bagian, yaitu prosa lama dan prosa baru. Prosa lama adalah prosa yang belum terpengaruhi budaya barat, dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apapun.
       Jenis-jenis prosa lama :
      1.      Dongeng
Dongeng merupakan suatu cerita dunia hayalan dan imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian diceritakan secara turun-temurun. Biasanya mengisahkan perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya. Contoh : Si Kancil dan Buaya.
      2.      Hikayat
Hikayat berceritakan kehidupan yang berkembang di istana, misalnya kehidupan para dewi, pangeran, dan kerajaan. Contoh : Hikayat Abu Nawas.
      3.      Sejarah
Sejarah merupakan suatu cerita yang berisikan cerita dari peristiwa sejarah di masa lampau maupun sekarang. Cerita yang diungkapkan dalam sejarah biasanya adalah fakta. Contoh : Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
      4.      Bidal
Bidal merupakan bentuk cara berbicara dengan menggunakan bahasa kiasan. Contoh : Ringan tangan, besar kepala, tangan panjang. 
      5.      Cerita pelipur lara
Sejenis sastra rakyat yang pada mulanya berbentuk sastra lisan. Merupakan cerita yang menyenangkan dan menghibur. Contoh : Cerita Asal Usul Dunia Tumbuhan.

Jenis-jenis prosa baru :
      1.      Novel
Sebuah cerita yang mengisahkan sebagian dari kisah-kisah hidup seseorang. Biasanya didalamnya mengandung konflik. Contoh : Laskar Pelangi, Negeri 5 Menara
      2.      Roman
Cerita yang memengisahkan sebagian besar kiash hidup seseorang, yaitu kehidupan pelaku utamanya. Contoh : Siti Nurbaya, Salah Asuhan, Dibawah Lindungan Ka’bah
      3.      Cerita pendek
Menceritakan kisah yang menarik dan terpenting dari kehidupan seorang pelaku. Contoh : Cerpen Persahabatan Sejati.
       4.      Biografi
Biografi merupakan riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Contoh : Biografi Ir.Soekarno, Prof.Dr.B.J.Habibie.
       5.      Kisah
Merupakan cerita tentang kejadian yang terjadi dalam kehidupan seseorang.

C.      Nilai-Nilai dalam Prosa Fiksi

Sebagai seni yang menggambarkan suatu cerita, karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung harus membawakan pesan atau moral. Dengan perkataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pengarang atau  pembawa lewat sastra. Dengan demikian pembaca melalui sastra mendapat nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Nilai-nilai tersebut diantaranya :
      1.      Prosa fiksi memberikan kesenangan
   Keistimewaan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman peristiwa atau kejadian yang juga pernah dialaminya. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau,yang belum dikunjungi atau yang tak mungkin dikunjungi selama hidupnya. Pembaca juga dapat mengenal tokoh-tokoh yang aneh atau tingkah lakunya unik atau mungkin proses perjalanan hidupnya untuk mencapai sukses.
      2.      Prosa fiksi memberikan informasi
    Prosa fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat didalam ensiklopedi, memberikan informasi yang mungkin belum diketahui oleh pembacanya sebelumnya. Dalam novel sering kita dapat belajar sesuatu yang lebih daripada tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali.
      3.      Prosa memberikan warisan kultural
   Novel Laskar Pelangi yang menggambarkan kehidupan di suatu daerah terpencil. Yang mengagumkan dan memberikan kebanggaan adalah semangat anak-anak didaerah tersebut untuk memperoleh pendidikan yang semestinya dengan fasilitas pendidikan seadanya. Untuk generasi muda yang sekarang, dengan berbagai macam teknologi, seharusnya lebih semangat untuk memperoleh pendidikan.
      4.      Prosa memberikan keseimbangan wawasan
     Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman yang dialami orang lain. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak memberikan motivasi kepada  pembaca untuk menghadapi hidup yang lebih baik lagi.

D.     Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan Puisi

Puisi termasuk karya seni sastra. Puisi merupakan suatu ekspresi pengalaman penyair atau pembuat mengenai kehidupan manuisa, alam dan ciptaan Tuhan yang diekspresikan melalui bahasa yang artistic serta kata-katanya yang padu. Puisi berisi gambaran kehidupan manusia. Puisi menyuguhkan tentang suasana-suasana dan peristiwa-peristiwa kehidupan manusia serta ada kaitannya kehidupan dengan alam dan Tuhan.

Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi Dalam Ilmu Budaya Dasar, yaitu salah satunya adalah hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia. Penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut pengalaman perwakilan. Ini berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasamya untuk lebih menghidupkan kembali pengalaman hidupnya. Dengan pengalaman perwakilan itulah puisi atau sastra dapat memberikan kepada para mahasiswa untuk memiliki kesadaran yang penting untuk dapat melihat dan mengerti banyak tentang dirinya sendiri serta tentang masyarakat. 

Selain itu, dengan membaca puisi mahasiswa dapat diajak untuk melihat hati dan pikiran manusia. Melalui puisinya sang penyair menunjukkan kepada pembaca bagian dalam hati manusia. Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial. Yang dimana manusia terlibat dalam issue dan masalah sosial. Sehingga manusia dapat memahami tentang kehidupan disekitarnya.


Soal-soal.

1.      Sastra lebih mudah bekomunikasi, karena :
            A.      Pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi* 
            B.      Pada hakekatnya karya sastra enak dibaca 
            C.      Pada hakekatnya karya sastra adalah bahasa simbolik
            D.     Pada hakekatnya karya sastra mudah dimengerti

2.      Nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra adalah sebagai berikut, kecuali :
            A.      Sastra memberikan informasi
            B.      Sastra memberikan keinsafan individual*
            C.      Sastra memberikan warisan kultural
            D.     Sastra memberikan keseimbangan wawasan

3.      Peran sastra dalam Ilmu Budaya Dasar adalah : 
           A.      Sastra digunakan sebagai bahan perkuliahan agar mahasiswa menjadi sastrawan
           B.      Sastra diajarkan sebagai mata kuliah sehingga mahaiswa mengerti akan teori sastra
           C.    Sastra digunakan sebagai alat sekaligus sumber belajar untuk membahas masalah-masalah                       kemanusiaan agar mahasiswa lebih humanus*
           D.      Sastra diajarkan sebagai mata kuliah tambahan sehingga diharapkan mahasiswa menjadi                         sastrawan

4.   Kepuitisan, keartistikan dan keestetikan bahasa puisi di sebabkan oleh kreatifitas mengarang dalam membangun puisinya dengan menggunakan seperti dibawah ini, kecuali : 
            A.      Kata-kata yang konotatif
            B.      Kata-kata yang ambiquitas
            C.      Figure bahasa
            D.     Pribahasa*

5.      Dibawah ini yang termasuk jenis prosa lama adalah :
            A.      Hikayat*                                              C.  Novel
            B.      Cerita pendek                                       D.  Biografi


Daftar Pustaka :

Buku Seri Diktat Kuliah, MKDU : Ilmu Budaya Dasar