Tampilkan postingan dengan label Algoritma & Pemrograman Kasus Teknik Elektro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Algoritma & Pemrograman Kasus Teknik Elektro. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 April 2017

Menghitung Nilai Tegangan Output ( Vout ) pada Suatu Rangkaian Penyearah dengan Menggunakan Bahasa Pemrograman Pascal


Pada postingan sebelumnya http://mfauzanazima.blogspot.co.id/2017/03/flowchart-menghitung-vout-pada.html telah dijelaskan flowchart mengenai menghitung tegangan keluaran (Vout) pada rangkaian penyearah (dioda). 
Kali ini saya akan menghitung tegangan pada dioda (Vak) apakah dioda tersebut aktif atau tidak aktif dan menghitung berapa tegangan keluaran (Vout) dengan menggunakan bahasa pemrograman Pascal. Berikut ini adalah listing programnya : 


Penjelasan Program :
·         Program Dioda;  Judul program diberi nama Program Dioda. Untuk setiap pemisah antar instruksi di akhiri tanda titik koma ( ; ).
·        Statemen uses crt;  merupakan statemen yang harus disertakan apabila ingin menambahkan perintah clrscr yang ditempatkan setelah begin.
·         Deklarasi :
Variabel Vs dan R digunakan untuk mendeklarasikan nilai integer (angka) pada keluaran/output. Variabel Vak dan Vout digunakan untuk mendeklarasikan nilai real pada keluaran/output.
·         Begin untuk memulai program.
·         Disisipkan perintah clrscr dibawah perintah begin agar saat dijalankan, program menghasilkan output yang diinputkan pada program setiap dijalankan atau menghapus layar lalu menampilkan program yang jalan saat itu.
·         Write(‘Masukkan Nilai Vs : ’); readln(vs);
Statemen Write untuk menampilkan variabel ‘Masukkan Nilai Vs’ pada layar, disertakan tanda petik ( ‘ ‘ ) khusus karakter/kalimat pada awal dan akhir nilai yang ingin ditampilkan dalam output.
Statemen Readln untuk memasukkan data perbaris. Program dideskripsikan dengan mengisi nilai vs menjadi (‘Masukkan Nilai Vs :’). Kemudian dengan statement write nilai vs dipanggil kembali agar dapat ditampilkan pada output.
·         Vak : = vs - (0*r);
Vout : = vs - 0,7;
Variabel Vak untuk mengoperasikan rumus vs – (0 x r) dan Vout untuk mengoperasikan rumus vs – 0,7.
·         Writeln(‘Nilai Vs adalah = “,vs);
Writeln dimaksudkan untuk menampilkan output berbaris. Yaitu output-an berupa hasil dari program perulangan  diatas, disertakan dengan deklarasi variabel vs yang bertipe data integer.
·         Diakhiri statemen Readln, kemudian end disertai tanda titik ( . ) untuk mengakhiri program Pascal. 

                                                                  Gambar Rangkaian Dioda

Pada gambar rangkaian dioda saya menggunakan sumber tegangan Vs = 10 Volt, R = 100 Ω dan dioda bahan silicon. Program di atas terdapat rumus untuk mencari Vak (tegangan pada anoda dan katoda) dan rumus untuk mencari tegangan output (Vout). Vak merupakan rumus untuk menghitung tegangan pada dioda jika tegangannya diatas 0,7 V maka dioda tersebut aktif. 


Sesaat setelah program di run akan muncul seperti tampilan diatas, lalu akan diminta memasukkan nilai Vs dan R setelah di enter akan muncul hasil Vak yaitu 10 Volt maka kondisi dioda ON, dan menghasilkan tegangan output (Vout) sebesar 9,3 Volt.  

Senin, 27 Maret 2017

Flowchart Menghitung Vout pada Rangkaian Dioda




Penjelasan:
Program pada flowchart diatas yaitu apabila kita ingin mencari nilai tegangan output (Vout) pada suatu rangkaian yang terdiri dari Vs (Tegangan Sumber), D (Dioda), R (Hambatan), dan Vout (Tegangan Output).
Berikut Rangkaiannya: 

1)  Kondisi pertama start yaitu untuk memulai  program.
2) Kemudian program di run akan diminta untuk memasukkan nilai Vs (Tegangan Sumber) dan R (Hambatan).
Misalkan Vs = 10 Volt, R = 100 Ω
3)  Setelah itu berlanjut ke kondisi proses yaitu menghitung Vak = Vs – (I. R).
Secara teori, pertama kita mentukan dioda ON/OFF yaitu dengan cara melepas dioda yang ada pada rangkaian tersebut. 


Sehingga perhitungannya:
Vak = 10 – (0 . 100)   [I = 0 karena rangkaian terbuka, jadi tidak ada arus]
Vak = 10 V
Karena yang dipakai pada rangkaian adalah Dioda Silicon maka tegangan idealnya berkisar 0,7 V.
Yang dimaksud dengan tegangan ideal adalah, dioda akan menghantarkan arus bila diberi tegangan sumber lebih besar dari tegangan idealnya (Dioda aktif/ON). Dan dioda tidak akan menghantarkan arus apabila tegangan yang melaluinya lebih kecil dari tegangan idealnya (Dioda tidak aktif/OFF).
Hasil perhitungan diatas Vak = 10 -> Vak ≥ 0,7 sehingga dioda dalam kondisi ON. Jika dioda ON, maka komponen dioda diganti komponen baterai.

4)  Apabila Vak  ≥ 0,7 maka akan lanjut ke kondisi selanjutnya yaitu menghitung nilai Vout, namun apabila Vak < 0,7 maka akan kembali diminta untuk memasukkan Vs dan R.
Perhitungan diatas Vak = 10, maka dapat berlanjut menghitung nilai Vout.
5)  Kondisi selanjutnya program akan menghitung dengan rumus yang sudah dimasukkan di dalam program yaitu Vout = Vs - 0,7
Misalkan kita ambil data diatas, Vout = 10 – 0,7 = 9,3 Volt
6)  Sehingga didapat hasil Vout nya sebesar 9,3 Volt
7)  Setelah nilai Vout didapat, maka program akan berakhir.